Staff IT Sekolah Pascasarjana USK Sukses Menyelesaikan Sidang Magister dengan Tesis Unggulan di Bidang Kecerdasan Buatan

Banda Aceh, 3 Januari 2024

Momentum kebanggaan kembali hadir di Sekolah Pascasarjana (SPS) Universitas Syiah Kuala (USK) dengan prestasi luar biasa dari Aga Maulana, seorang staff IT SPS USK yang berhasil menyelesaikan studi magisternya dalam waktu yang sangat singkat. Aga Maulana sukses menaklukkan program magister kecerdasan buatan yang biasanya membutuhkan waktu 4 semester, hanya dalam waktu 3 semester.

Prestasi ini semakin menegaskan dedikasi dan komitmen Aga Maulana dalam menyelesaikan studi dengan efisien tanpa mengorbankan kualitas hasil akhir. Meski menempuh perjalanan pendidikan yang lebih singkat dari rata-rata, Aga Maulana berhasil meraih gelar magister dengan menyajikan tesis berjudul “Analisis Kinerja Arsitektur Deep Convolutional Neural Networks untuk Klasifikasi Tingkat Keparahan Penyakit Kulit Dermatitis Atopik Menggunakan Dataset Etnis Kulit Aceh.”

Tesis Aga Maulana membawa fokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan diagnosis penyakit kulit, khususnya dermatitis atopik, di kalangan etnis kulit Aceh. Dengan menggunakan arsitektur Deep Convolutional Neural Networks (DCNN), Aga Maulana berhasil menghasilkan model klasifikasi yang canggih untuk menilai tingkat keparahan penyakit kulit.

Pembimbing tesis Aga Maulana terdiri dari dua pakar terkemuka di bidang ini, yaitu Prof. Dr. Hizir sebagai Pembimbing 1, dan Prof. Dr.rer.nat. Ir. Rinaldi Idroes, S.Si sebagai Pembimbing 2. Keduanya memberikan panduan yang mendalam dan berharga dalam proses penelitian Aga Maulana.

Proses sidang tesis Aga Maulana berjalan lancar dan mendapat apresiasi tinggi dari penguji-penguji yang terlibat. Penguji 1, Dr. Muhammad Subianto, S.Si., M.Si, memberikan pandangan kritis terhadap metodologi dan temuan penelitian. Sementara Penguji 2, Dr. Khairun Saddami, S.T, dan Penguji 3, Dr. Maulisa Oktiana, S.T, menyumbangkan wawasan yang berharga terkait aplikasi praktis hasil penelitian.

Dalam kata-katanya setelah sidang, Aga Maulana mengungkapkan rasa syukurnya dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama perjalanan studi. “Saya berharap temuan dari tesis ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam pemahaman dan penanganan penyakit kulit, khususnya di kalangan etnis kulit Aceh,” ucapnya.

Direktur SPS USK, Prof. Dr. Hizir, menyampaikan selamat dan apresiasi atas capaian Aga Maulana. “Kami bangga melihat potensi dan dedikasi staf kami dalam mengembangkan pengetahuan dan teknologi melalui penelitian yang inovatif. Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi landasan untuk pengembangan lebih lanjut di bidang kecerdasan buatan,” tambah Prof. Dr. Hizir.

Keberhasilan Aga Maulana menjadi inspirasi bagi seluruh komunitas akademis di Universitas Syiah Kuala. Perjuangan dan dedikasi dalam meraih gelar magister ini tidak hanya mengangkat nama pribadi Aga Maulana, tetapi juga mengukuhkan posisi Universitas Syiah Kuala sebagai lembaga pendidikan unggul dengan penelitian yang berdampak positif.