
Sekolah Pascasarjana USK Tampilkan Kolaborasi Unggul di Malam Penutupan AIC 2025
Banda Aceh, September 2025 – Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan kiprahnya sebagai pusat pengembangan akademik dan jejaring global melalui kiprah aktifnya dalam acara malam penutupan Annual International Conference (AIC) 2025. Meski fokus utama acara ini adalah konferensi ilmiah, momentum malam penutupan menjadi titik kulminasi apresiasi, kolaborasi, dan sinergi antar pemangku akademik dalam mengokohkan reputasi pascasarjana USK di kancah internasional.
“Tahun ini, kolaborasi semakin terasa karena AIC diselenggarakan bersamaan dengan tiga konferensi internasional lainnya. Ini bukti bahwa USK semakin dipercaya menjadi pusat pertemuan akademik dunia,” ungkap Prof. Hizir.
Sinergi Akademik dan Kultural
Kegiatan malam penutupan ini merupakan simbol keberhasilan AIC 2025 yang berlangsung selama dua hari, 4–5 September 2025. Sekolah Pascasarjana USK turut memfasilitasi sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan bermakna. Turut hadir dalam acara ini para pimpinan universitas, jajaran senat, dekan, serta keynote dan invited speakers dari berbagai negara yang telah hadir sejak awal konferensi.
Apresiasi dan Kolaborasi sebagai Inti Penutupan
Suasana malam dipenuhi dengan semangat apresiasi terhadap kontribusi berbagai pihak: pengelola akademik, peneliti muda, serta pakar internasional yang bergabung. Selain menjadi ajang penghargaan, acara ini juga menjadi forum untuk memperkuat hubungan antar lembaga, memperluas kolaborasi riset, serta menggagas sinergi di bidang pengembangan ilmu pengetahuan.
Melalui AIC 2025, USK kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada inovasi, kolaborasi global, dan pembangunan berkelanjutan. Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan ide-ide segar, mempererat jejaring akademik, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi dunia.
Selanjutnya, Prof. Hizir juga mengajak para tamu internasional untuk menikmati keindahan dan kekayaan budaya Aceh selama berada di Banda Aceh.
Sekolah Pascasarjana sebagai Motor Kolaborasi
Peran strategis Sekolah Pascasarjana USK dalam penyelenggaraan AIC tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga substantif. Dengan menyediakan platform diskusi lintas disiplin, mendukung penyusunan prosiding, serta mempromosikan riset-riset pascasarjana, sekolah ini menegaskan visinya sebagai lembaga akademik inovatif dan inklusif.
Langkah ini sejalan dengan tradisi USK untuk menjadi pusat riset unggul dan jembatan kolaborasi global, terutama dalam bidang teknologi hijau, ekonomi sirkular, serta pembangunan berkelanjutan.
Menatap Kolaborasi Masa Depan
“Saya percaya momentum ini membuka pintu bagi penguatan kerja sama akademik internasional dan sinergi riset yang lebih luas,” ungkap Prof. Dr. Hizir. Semangat kolaborasi dan apresiasi yang ditampilkan dalam malam penutupan ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi kegiatan akademik berikutnya, termasuk konferensi dan program pertukaran riset di masa mendatang.