Raker SPs USK 2026 Fokuskan Penyusunan Program Kerja 2027 dan Penguatan Reputasi Global

Narasumber, Direktur Serta Jajaran Foto Bersama pada Kegiatan Raker SPs USK Tahun 2026

BANDA ACEH, 5 September 2026 — Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Rapat Kerja Sekolah Pascasarjana USK Tahun 2026 dalam rangka penyusunan program kerja Tahun Anggaran 2027. Kegiatan berlangsung di Azana Oasis Hotel, Banda Aceh, Sabtu (5/9/2026).

Rapat kerja mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Pascasarjana yang Akuntabel, Hilirisasi Riset Multidisiplin Berkelanjutan, serta Akselerasi IKU Menuju Sekolah Pascasarjana USK Bereputasi Global.” Kegiatan ini menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan arah strategis SPs USK dalam menghadapi tahun anggaran 2027.

Kegiatan dihadiri pimpinan SPs USK, para Koordinator Program Studi (Kaprodi), serta unsur terkait di lingkungan Sekolah Pascasarjana. Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan dan presentasi Direktur SPs USK, kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan Rapat Kerja oleh Direktur SPs USK.

Dalam arahannya, Direktur SPs USK menekankan pentingnya peran Sekolah Pascasarjana, khususnya program doktor, dalam mendorong peningkatan reputasi Universitas Syiah Kuala di tingkat global. Direktur menyampaikan bahwa USK terus menunjukkan perkembangan dalam pemeringkatan internasional. Pada THE Impact Rankings 2026, USK berada pada peringkat 301–304 dunia dan menjadi peringkat pertama di Pulau Sumatera untuk pemeringkatan tersebut. Capaian tersebut, menurut Direktur, perlu terus diperkuat melalui kontribusi nyata dari program studi di lingkungan SPs USK. Program doktor diharapkan menjadi salah satu penggerak utama dalam meningkatkan reputasi akademik dan internasionalisasi USK.

Direktur SPs USK sedang Memberikan Kata Sambutan pada Kegiatan Raker

“Program studi doktor diharapkan menjadi penggerak reputasi global. Setiap kegiatan internasional yang dilaksanakan perlu didokumentasikan dan dipublikasikan melalui website sehingga kontribusi SPs dapat terlihat dan diketahui secara luas,” ujar Direktur dalam arahannya.

Upaya internasionalisasi SPs USK juga terus berkembang. Saat ini terdapat lima mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan pada program magister di lingkungan Sekolah Pascasarjana USK. Keberadaan mahasiswa internasional tersebut menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat atmosfer akademik dan jejaring global SPs USK.

Data Strategis Aceh sebagai Basis Perencanaan Pendidikan Tinggi

Salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja adalah penyampaian materi oleh Kepala BPS Provinsi Aceh  Agus Andria, SST.,  M.Si., dengan tema “Pemaparan Data Strategis Aceh sebagai Basis Perencanaan Pendidikan Tinggi.” Materi yang disampaikan mengangkat pemanfaatan data dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk perkembangan dan pemantauan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Penyampaian Materi oleh Kepala BPS Provinsi Aceh

Berdasarkan materi BPS, Indonesia terus memperkuat pemanfaatan data sebagai fondasi dalam perencanaan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Target SDGs 2030 menjadi salah satu tonggak penting dalam transformasi pembangunan nasional, dengan penekanan pada inovasi, produktivitas, pembangunan sumber daya manusia, serta daya saing nasional.

Dalam perkembangan capaian SDGs, sebanyak 62,7 persen dari 244 indikator telah tercapai atau menunjukkan kemajuan signifikan. Sementara itu, 13,1 persen indikator masih dalam proses dan 24,2 persen membutuhkan peningkatan lebih lanjut. Data tersebut menunjukkan pentingnya penguatan produksi dan ketersediaan data yang berkualitas, terutama pada tingkat yang lebih terperinci.

Materi juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam implementasi SDGs. Pencapaian target pembangunan berkelanjutan membutuhkan kemitraan antara pemerintah, perguruan tinggi dan pakar, sektor swasta, organisasi masyarakat, media, serta pemangku kepentingan lainnya.

Bagi SPs USK, pemanfaatan data strategis tersebut menjadi relevan dalam penyusunan program kerja karena dapat menjadi dasar dalam menetapkan prioritas, mengukur capaian, serta mengembangkan program pendidikan dan riset yang lebih responsif terhadap kebutuhan daerah dan pembangunan berkelanjutan.

Rapat kerja kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari para Koordinator Program Studi di lingkungan SPs USK. Presentasi dibagi dalam beberapa sesi yang mencakup program doktor dan magister.

Program studi yang memaparkan program dan capaian masing-masing meliputi Doktor Ilmu Pertanian, Doktor Pendidikan IPS, Doktor Ilmu Teknik, Doktor Matematika dan Aplikasi Sains, Doktor Ilmu Kebencanaan, Magister Administrasi Pendidikan, Magister Pendidikan IPA, Magister Ilmu Kebencanaan, Magister Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Terpadu, Magister Pengelolaan Lingkungan, Magister Damai dan Resolusi Konflik, serta Magister Konservasi Sumber Daya Alam.

Setiap sesi presentasi dilanjutkan dengan diskusi untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan, tantangan, peluang, serta prioritas pengembangan program studi sebagai bahan penyusunan program kerja SPs USK Tahun Anggaran 2027.

Melalui rapat kerja ini, SPs USK menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola yang akuntabel, meningkatkan kualitas dan hilirisasi riset multidisiplin, memperluas jejaring internasional, serta mempercepat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).

Hasil rapat kerja diharapkan menjadi landasan bagi penyusunan program kerja yang lebih terarah, terukur, dan berdampak, sekaligus memperkuat posisi Sekolah Pascasarjana USK sebagai pusat pendidikan dan riset multidisiplin yang berkontribusi terhadap pembangunan Aceh, Indonesia, dan pencapaian SDGs menuju reputasi global.

#SDGs4 #SDGs9 #SDGs16 #SDGs17

Foto Bersama Kegiatan Raker SPs USK 2026