
Banda Aceh, 17 September 2026 — Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Workshop Penguatan Mutu: Akreditasi LAM PTIP untuk Doktor Unggul dengan tema “Penyelarasan Visi, Misi, dan Kurikulum” pada Program Studi Doktor Ilmu Pertanian (DIP) USK. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teleconference SPs USK ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan relevansi kurikulum, serta mempersiapkan pemenuhan standar mutu pendidikan doktoral menuju akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM PTIP) yang direncanakan pada Oktober 2028.
Workshop ini dirancang sebagai forum akademik dan konsultatif untuk mempertemukan unsur pimpinan perguruan tinggi, pengelola program studi, narasumber akademik, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dan sumber daya alam. Melalui dialog lintas sektor tersebut, Program Studi DIP SPs USK berupaya memastikan bahwa pengembangan visi, misi, dan kurikulum senantiasa responsif terhadap dinamika ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, serta kebutuhan pembangunan pertanian berkelanjutan.
Penguatan Komitmen Institusional dan Kemitraan Pemangku Kepentingan
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur SPs USK, Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, M.P., setelah diawali sambutan Ketua Program Studi DIP SPs USK, Dr. Ir. Dewi Yunita, S.TP., M.Res., IPM., ASEAN Eng. Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama mitra pemangku kepentingan sebagai wujud penguatan kolaborasi dan komitmen terhadap pengembangan mutu pendidikan, penelitian, serta kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan sektor pertanian.




Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) tersebut menjadi bagian penting dalam membangun hubungan kelembagaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara proses pembelajaran di tingkat doktoral dengan kebutuhan nyata di lapangan, sekaligus mendukung pengembangan inovasi dan penerapan hasil penelitian.
Forum Konsultasi Sektor Pertanian, Pangan, Lingkungan, dan Peternakan
Dalam rangka memperoleh masukan yang relevan dan konstruktif bagi pengembangan profil serta capaian lulusan, workshop menghadirkan pimpinan dan perwakilan perangkat daerah terkait melalui dua sesi panel diskusi pada pagi hari.
Sesi pertama menghadirkan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P., serta Kepala Dinas Pangan Aceh, Drs. Surya Rayendra, dengan moderator Novia Mehra Erfiza, S.TP., M.Agric., Ph.D. Diskusi diarahkan pada identifikasi kebutuhan kompetensi lulusan, tantangan pembangunan sektor pertanian dan pangan, serta kontribusi pendidikan doktoral dalam mendukung kebijakan dan inovasi berbasis penelitian.
Sesi kedua menghadirkan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Ir. Joni, ST, MT, PhD, selaku Kepala Bidang Pendataan, Penaatan, dan Pengembangan Kapasitas, serta perwakilan Dinas Peternakan Aceh, drh. Agus Nurza, M.Si. Sesi ini memperluas perspektif pengembangan kurikulum melalui pembahasan isu lingkungan, kehutanan, dan peternakan sebagai bagian integral dari pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Masukan dari para pemangku kepentingan menjadi bahan penting bagi Program Studi DIP USK dalam memperkuat orientasi lulusan yang memiliki karakter sosio-agroteknopreneur, yaitu lulusan yang mampu mengintegrasikan kompetensi akademik, inovasi teknologi, kepekaan sosial, serta kemampuan kewirausahaan dalam menghasilkan solusi strategis di bidang pertanian dan sektor terkait. Orientasi tersebut diharapkan mendukung terbentuknya lulusan yang inovatif, mandiri, berintegritas, dan memiliki daya saing pada tingkat nasional maupun global.
Sinkronisasi Kurikulum dan Persiapan Akreditasi LAM PTIP
Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada sesi siang dengan menghadirkan Prof. Dr. Ir. Yuliani Aisyah, S.TP., M.Si., sebagai narasumber. Melalui paparan dan arahan akademik, narasumber memandu proses peninjauan terhadap kondisi kurikulum yang sedang berjalan, sekaligus memberikan penguatan terhadap langkah-langkah strategis persiapan akreditasi LAM PTIP yang direncanakan pada Oktober 2028.

Sesi ini menjadi ruang refleksi dan evaluasi bagi pengelola program studi untuk mengidentifikasi kesesuaian antara visi dan misi institusi, profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur kurikulum, serta kebutuhan pengembangan kompetensi pada jenjang doktoral. Penyelarasan tersebut diperlukan agar kurikulum tidak hanya memenuhi aspek administratif dan regulatif, tetapi juga memiliki relevansi akademik, kedalaman keilmuan, dan orientasi yang jelas terhadap pengembangan penelitian serta kontribusi keilmuan.
Rencana Tindak Lanjut sebagai Instrumen Penguatan Mutu Berkelanjutan
Sebagai bagian akhir kegiatan, Dr. Ir. Zuraida Hanum, S.Pt., M.Si., IPU., memaparkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun sebagai acuan strategis bagi penguatan dan pengembangan Program Studi DIP USK. RTL ini menempatkan sinkronisasi visi, misi, dan kurikulum sebagai prioritas utama dalam memastikan keberlanjutan peningkatan mutu akademik.
Beberapa fokus tindak lanjut yang menjadi perhatian meliputi:
- Penyelarasan visi, misi, dan capaian lulusan. Memastikan bahwa lulusan DIP USK tidak hanya memiliki penguasaan teori dan metodologi penelitian, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor pertanian, pangan, kehutanan, dan peternakan.
- Evaluasi fleksibilitas dan kedalaman kurikulum. Melakukan peninjauan struktur serta substansi kurikulum agar selaras dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan pemangku kepentingan, dan revisi kurikulum universitas sebagai bagian dari persiapan akreditasi.
- Penguatan mata kuliah dan kerangka teori penelitian. Meninjau dan mengembangkan mata kuliah untuk memperkuat landasan teoritis, metodologis, serta kapasitas penelitian mahasiswa doktoral dengan mengacu pada perkembangan ilmu pengetahuan dan standar akademik internasional.
- Peningkatan keterlibatan pemangku kepentingan. Mengoptimalkan kontribusi mitra dalam proses evaluasi dan pengembangan kurikulum, sehingga masukan dari sektor pemerintahan, dunia usaha, masyarakat, dan institusi terkait dapat diintegrasikan secara sistematis.
- Penguatan dokumentasi, monitoring, dan evaluasi. Memastikan setiap tahapan pelaksanaan RTL didukung oleh dokumentasi yang terstruktur, indikator pencapaian yang jelas, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk menjamin keberlanjutan perbaikan mutu.
Komitmen Menuju Akreditasi Unggul
Pelaksanaan workshop ini menegaskan komitmen SPs dan Program Studi DIP USK untuk membangun sistem pengembangan mutu yang terencana, partisipatif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Penyelarasan visi, misi, dan kurikulum dipandang sebagai proses strategis yang memerlukan sinergi antara pengelola program studi, pimpinan institusi, dosen, mahasiswa, alumni, serta pemangku kepentingan terkait.
Dengan menjadikan hasil workshop dan RTL sebagai dasar pengembangan program kerja, Program Studi DIP USK berupaya memperkuat kesiapan akademik dan kelembagaan menuju proses akreditasi LAM PTIP pada 2028. Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk membangun program pendidikan doktoral yang berkualitas, relevan, berintegritas, dan mampu menghasilkan lulusan serta karya ilmiah yang berkontribusi terhadap pembangunan pertanian berkelanjutan.
Komitmen terhadap mutu tidak berhenti pada pencapaian akreditasi, melainkan menjadi bagian dari budaya akademik yang terus dikembangkan untuk memastikan keberlanjutan kontribusi Program Studi DIP USK bagi kemajuan ilmu pengetahuan, masyarakat, dan pembangunan nasional.
#SDG17 #SDG4 #SDG2 #SDG15