Mahasiswa Sekolah Pascasarjana USK Terlibat dalam Pengabdian Internasional Bersama Universiti Malaya di Pidie Jaya

BANDA ACEH – Mahasiswa dan alumni Program Magister Pengelolaan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (SPS USK), turut berperan aktif dalam pelaksanaan International Service-Learning Program for Post-Disaster Recovery through Child Trauma Healing, Disaster Education, and Community Empowerment in Pidie Jaya bersama mahasiswa Kolej Kediaman Kinabalu, Universiti Malaya (UM), Malaysia.

Program pengabdian internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik dan pengabdian kepada masyarakat antara Universitas Syiah Kuala dan Universiti Malaya, khususnya dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Juli 2026 tersebut, mahasiswa Program Magister Pengelolaan Lingkungan SPS USK terlibat sebagai fasilitator sekaligus pendamping bagi mahasiswa Universiti Malaya selama melaksanakan berbagai kegiatan bersama masyarakat. Keterlibatan tersebut juga menjadi pengalaman pembelajaran internasional yang mempertemukan mahasiswa dari dua negara dalam satu kegiatan sosial dan akademik.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan di sejumlah gampong terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya. Program mencakup dukungan psikososial bagi anak-anak, edukasi kebencanaan, pemberdayaan masyarakat, pertukaran budaya, rehabilitasi lingkungan, serta pembelajaran berbasis pengalaman (service-learning).

Bagi mahasiswa Magister Pengelolaan Lingkungan, keterlibatan dalam kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama proses pendidikan pascasarjana secara langsung di tengah masyarakat.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penanaman pohon sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan penguatan ketahanan masyarakat terhadap bencana. Kegiatan ini juga didukung dengan penyediaan bibit tanaman serta berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Selain aspek lingkungan, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap pemulihan sosial masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak bencana. Pendampingan psikososial dilakukan melalui berbagai aktivitas edukatif dan interaktif yang dirancang untuk membantu anak-anak membangun kembali rasa percaya diri dan semangat setelah mengalami bencana.

Koordinator Program Magister Pengelolaan Lingkungan USK, Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang dipadukan dengan pengalaman pembelajaran internasional.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam program semacam ini tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat, tetapi juga memperluas pengalaman akademik mahasiswa melalui interaksi langsung dengan persoalan lingkungan dan kebencanaan di lapangan.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran Sekolah Pascasarjana USK dalam mendorong mahasiswa untuk memiliki kemampuan akademik yang diiringi kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Pengalaman bekerja bersama mahasiswa dari universitas luar negeri juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama lintas budaya, kepemimpinan, dan penyelesaian masalah secara kolaboratif.

Dalam rangkaian program tersebut, rombongan mahasiswa Universiti Malaya bersama mahasiswa dan alumni Program Magister Pengelolaan Lingkungan serta Duta USK juga mendapat sambutan resmi dari Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, di Balai Senat USK pada 24 Juli 2026.

Pada kesempatan tersebut, Rektor USK menyampaikan bahwa program pengabdian internasional tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial serta kemampuan bekerja dalam lingkungan multikultural. Ia juga mendorong agar kerja sama USK dan Universiti Malaya terus dikembangkan melalui publikasi ilmiah bersama, pertukaran mahasiswa, penelitian kolaboratif, hingga program pembimbingan bersama (joint supervision).

Bagi Sekolah Pascasarjana USK, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperluas internasionalisasi pendidikan pascasarjana. Keterlibatan mahasiswa dalam program internasional memberikan pengalaman nyata dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi mitra di tingkat global.

Melalui kegiatan ini, SPS USK terus mendorong terciptanya proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi dalam penyelesaian persoalan masyarakat, memiliki wawasan global, serta mampu bekerja secara kolaboratif lintas disiplin dan lintas negara.

Kolaborasi antara Universitas Syiah Kuala dan Universiti Malaya diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan, khususnya dalam bidang lingkungan, kebencanaan, dan pembangunan masyarakat yang tangguh.