SPS USK Gelar Workshop on Strengthening the Blended System: Minggu Pertama Fokus pada Teori dan E-Learning

Banda Aceh, 21 Februari 2025 – Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (SPS USK) melanjutkan rangkaian kegiatan Workshop on Strengthening the Blended System yang telah dimulai sejak 18 Februari 2025. Pada minggu pertama yang berlangsung dari 19 hingga 21 Februari, Dr. Ramon Werner Leyendecker, Senior Expert Service dari Jerman, memberikan pemaparan mendalam mengenai teori dasar blended learning serta pentingnya integrasi teknologi dalam sistem pembelajaran modern.

Dalam sesi awal, Dr. Leyendecker menyampaikan materi terkait prinsip-prinsip blended learning, termasuk bagaimana metode ini dapat meningkatkan efektivitas proses belajar-mengajar dengan mengombinasikan pembelajaran tatap muka dan daring. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran.

Selain itu, sesi diskusi dan tanya jawab turut menjadi bagian dari kegiatan, di mana para peserta yang terdiri dari dosen dan tenaga pengajar aktif berdiskusi mengenai tantangan serta peluang penerapan blended learning di lingkungan akademik Indonesia. Interaksi yang dinamis antara peserta dan pemateri menunjukkan antusiasme tinggi terhadap inovasi pembelajaran ini.

Pada hari kedua, peserta diperkenalkan dengan Atingi, sebuah platform e-learning asal Jerman yang telah diterapkan di berbagai institusi pendidikan di dunia. Dr. Leyendecker memberikan gambaran tentang fitur utama platform ini, mulai dari pengelolaan materi pembelajaran hingga sistem evaluasi yang mendukung pengalaman belajar lebih efektif dan fleksibel.

Peserta diberikan kesempatan untuk mencoba langsung platform Atingi dengan bimbingan langsung dari pemateri. Mereka diajak untuk mengeksplorasi berbagai fungsi dalam sistem, seperti pembuatan modul interaktif, manajemen tugas, serta analisis keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring.

Di hari terakhir minggu pertama, diskusi difokuskan pada potensi adopsi platform Atingi di lingkungan akademik USK. Para peserta memberikan tanggapan positif dan menyampaikan berbagai ide mengenai bagaimana sistem ini dapat diintegrasikan dalam kurikulum yang sudah berjalan.

Direktur SPS USK, Prof. Dr. Hizir Sofyan, mengapresiasi jalannya minggu pertama workshop ini dan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam memperkuat sistem blended learning di USK. “Kami berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru bagi tenaga pengajar dalam mengoptimalkan teknologi dalam pendidikan, khususnya di tingkat pascasarjana,” ujarnya.

Workshop ini masih akan berlanjut hingga 6 Maret 2025 dengan agenda yang lebih mendalam mengenai implementasi blended learning dan praktik langsung dalam pengembangan materi pembelajaran berbasis digital.