SPS USK Gelar FGD tentang Peran Universitas dalam Rekomendasi Kebijakan Pengurangan Risiko Bencana

Banda Aceh, 6 Februari 2025 – Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (SPS USK) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “The Role of University in Providing Policy Recommendations for Disaster Risk Reduction (DRR).” Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari International Research Institute of Disaster Science (IRIDeS) Tohoku University, Assoc. Prof. Daisuke Sasaki.

Acara dibuka dengan sambutan dari pihak SPS USK yang menekankan pentingnya peran akademisi dalam merumuskan kebijakan pengurangan risiko bencana. Dalam sambutannya, pihak penyelenggara menyampaikan bahwa universitas memiliki tanggung jawab dalam memberikan rekomendasi berbasis penelitian yang dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi serta memitigasi risiko bencana.

Setelah sesi pembukaan, peserta FGD diarahkan ke berbagai ruangan diskusi yang telah disiapkan sesuai dengan kelompok yang telah dibentuk sebelumnya. Setiap kelompok terdiri dari akademisi, praktisi kebencanaan, serta mahasiswa yang memiliki fokus penelitian di bidang mitigasi bencana.

Diskusi berlangsung dengan sangat interaktif, di mana setiap peserta berkontribusi dalam menyampaikan gagasan dan pengalaman mereka terkait upaya pengurangan risiko bencana. Prof. Daisuke Sasaki juga turut aktif dalam mendampingi beberapa kelompok diskusi untuk memberikan wawasan berdasarkan riset yang telah dilakukan di Tohoku University.

Salah satu topik utama yang dibahas dalam FGD ini adalah bagaimana universitas dapat berkolaborasi dengan pemerintah dan lembaga internasional dalam menyediakan data serta analisis yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan. Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya edukasi dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Di akhir sesi, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di hadapan peserta lainnya. Berbagai rekomendasi kebijakan yang diusulkan meliputi peningkatan sistem peringatan dini, integrasi teknologi dalam mitigasi bencana, serta peran aktif universitas dalam memberikan pelatihan kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal dari kerja sama lebih lanjut antara SPS USK dan IRIDeS Tohoku University dalam penelitian dan pengembangan kebijakan berbasis bukti di bidang pengurangan risiko bencana. Selain itu, hasil dari FGD ini juga akan dirangkum dan disampaikan kepada pemangku kebijakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan strategi mitigasi bencana yang lebih efektif.

Dengan suksesnya penyelenggaraan FGD ini, SPS USK terus menunjukkan komitmennya dalam menjadi pusat kajian kebencanaan yang dapat berkontribusi secara nyata bagi masyarakat dan dunia akademik. Kolaborasi dengan institusi internasional seperti Tohoku University menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas penelitian dan kebijakan di bidang pengurangan risiko bencana.