SPs USK Hadirkan Alumni Global dalam Workshop LPDP “Droe keu Droe” untuk Perkuat Kesiapan Peserta

Banda Aceh — Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (SPs USK) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui penyelenggaraan workshop dan sharing session “Droe keu Droe: Kupas Tuntas Beasiswa LPDP” yang digelar di Mini Theater Gedung Utama SPs USK. Kegiatan ini terselenggara bekerja sama dengan Matagaruda Aceh.

Lebih dari 45 peserta dari berbagai wilayah di Aceh yang telah lulus tahap administrasi beasiswa LPDP mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari persiapan menghadapi seleksi substansi. Namun, kekuatan utama kegiatan ini bukan sekadar pembekalan teknis, melainkan kehadiran langsung para alumni LPDP dengan pengalaman studi lintas negara.

Empat narasumber utama menjadi sorotan dalam kegiatan ini, yakni Fadli Nora Iranda (Inggris), Nadya Shifani (Inggris), Zahra Amalia (Jepang), serta Hikmat Maswara (Indonesia). Mereka berbagi pengalaman nyata terkait proses seleksi, adaptasi studi, hingga strategi bertahan dan berkembang dalam lingkungan akademik yang kompetitif.

Berbeda dari pendekatan teoritis, para alumni ini menyampaikan pengalaman lapangan yang konkret dan tidak terfilter, mulai dari tekanan saat wawancara, kesalahan umum peserta, hingga cara membangun narasi personal yang kuat di hadapan panel seleksi. Perspektif ini menjadi nilai tambah yang tidak bisa didapat hanya dari panduan resmi.

Mewakili Direktur SPs USK, Wakil Direktur I Bidang Akademik, Dr. Mhd. Ikhsan Sulaiman, S.TP., M.Sc., IPU, ASEAN Eng., dalam pembukaannya menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM Aceh harus didorong melalui akses pendidikan tinggi global yang lebih luas. Ia menyoroti bahwa peluang LPDP masih terbuka besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kesempatan itu ada, tapi yang membedakan adalah siapa yang benar-benar siap. Kegiatan seperti ini menjadi jembatan agar kesiapan itu terbentuk,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menampilkan sesi mock-up interview yang difasilitasi oleh Matagaruda Aceh, memberikan simulasi langsung kepada peserta dalam menghadapi wawancara LPDP yang sesungguhnya. Sesi ini menjadi ruang latihan yang realistis sekaligus evaluatif.

Dari sisi akademik, Koordinator Program Studi Doktor Pendidikan IPS (DPIPS), Dr. Muhammad Aulia, S.Pd., M.TESOL., M.A., menambahkan bahwa Aceh telah menunjukkan progres positif sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penerima LPDP yang cukup signifikan, meskipun masih terdapat kesenjangan antarwilayah.

Kehadiran narasumber lintas negara ini mempertegas positioning SPs USK bukan hanya sebagai penyelenggara kegiatan, tetapi sebagai hub yang menghubungkan calon penerima beasiswa dengan ekosistem global. Ini yang membedakan kegiatan ini dari sekadar seminar biasa.

Melalui workshop ini, SPs USK tidak hanya mempersiapkan peserta untuk lolos seleksi, tetapi juga membentuk cara berpikir strategis dan kesiapan mental untuk bersaing di tingkat internasional—sebuah langkah konkret dalam mendorong Aceh menjadi bagian dari peta pengembangan SDM unggul Indonesia.