
Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, Program Magister Pengelolaan Lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan SMK-PP Negeri Saree mengadakan kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 24 April 2025 di Pondok Pesantren Terpadu Tgk. Chik Eumpe Awee, yang terletak di Desa Atong, Kecamatan Montasik, Aceh Besar.
Kolaborasi Edukatif dan Kontributif
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pendidikan kejuruan, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar dan mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa program magister bersama para siswa SMK-PP Negeri Saree secara langsung terlibat dalam proses penanaman berbagai jenis pohon produktif dan pelindung di lingkungan pesantren.
Tujuan dari penanaman ini tidak hanya untuk penghijauan, tetapi juga sebagai langkah preventif terhadap ancaman perubahan iklim, degradasi tanah, serta sebagai bentuk edukasi praktis dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Pesantren sebagai Mitra Strategis Lingkungan
Pemilihan Pondok Pesantren Tgk. Chik Eumpe Awee sebagai lokasi kegiatan memiliki nilai strategis. Selain sebagai pusat pendidikan berbasis agama, pesantren ini juga berperan aktif dalam pengembangan nilai-nilai sosial dan lingkungan kepada para santrinya. Dengan dilaksanakannya penanaman pohon di area pesantren, diharapkan akan terbangun kesadaran kolektif di kalangan santri mengenai pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab sosial.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari pihak pesantren serta masyarakat sekitar. Pihak panitia menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini akan terus digalakkan setiap tahunnya, dengan lokasi dan mitra yang semakin luas, guna membangun budaya cinta lingkungan di berbagai sektor masyarakat.
Melalui momentum Hari Bumi ini, Magister Pengelolaan Lingkungan USK menegaskan komitmennya dalam mendorong aksi nyata pelestarian alam, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga bersama masyarakat luas. Kolaborasi ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap bumi bukan hanya slogan, melainkan aksi yang harus dimulai dari sekarang, oleh siapa saja, dan di mana saja.
