
Banda Aceh, 5 November 2024 – Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (SPs USK) menggelar kuliah tamu internasional bertema “Multiculturalism, Islamic Identity, and Globalism in Higher Education” yang menghadirkan Prof. Dr. Sukree Langputeh, Vice Chairman of the Southern Border Higher Islamic Education Foundation, Fatoni University, Thailand. Acara ini diadakan di Ruang Mini Theater SPs USK dan dihadiri oleh Direktur SPs USK, Prof. Dr. Hizir, serta sejumlah dosen, mahasiswa, dan tamu undangan dari berbagai latar belakang akademik.
Kuliah tamu yang dimoderatori oleh Dr. Muhammad Aulia, Koordinator Program Studi Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (DPIPS), ini mengupas berbagai isu penting terkait multikulturalisme, identitas Islam, dan pengaruh globalisasi dalam dunia pendidikan tinggi. Prof. Dr. Sukree Langputeh memaparkan tantangan dan peluang yang dihadapi oleh institusi pendidikan tinggi dalam mengelola keberagaman budaya, khususnya dalam konteks dunia Islam yang semakin terhubung secara global.
Dalam presentasinya, Prof. Dr. Sukree menekankan pentingnya pendidikan multikultural dalam membentuk generasi yang inklusif dan toleran. “Islamic identity tidak harus bertentangan dengan prinsip-prinsip globalisme. Sebaliknya, pendidikan tinggi dapat menjadi jembatan yang mempertemukan nilai-nilai Islam dengan perkembangan global, jika dikelola dengan pendekatan yang bijaksana dan inklusif,” ujar Prof. Sukree. Beliau juga membahas bagaimana universitas Islam di Asia Tenggara, termasuk Fatoni University, berusaha menjaga identitas keislaman sambil tetap terbuka terhadap pengaruh global.
Acara ini berlangsung dengan diskusi yang interaktif, di mana peserta diajak untuk mengeksplorasi bagaimana konsep multikulturalisme dapat diterapkan dalam lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia. Dr. Muhammad Aulia sebagai moderator mengarahkan diskusi dengan sangat baik, menghubungkan konsep-konsep yang disampaikan Prof. Sukree dengan realitas yang ada di kampus-kampus di Indonesia.
Direktur SPs USK, Prof. Dr. Hizir, dalam sambutannya, mengapresiasi kehadiran Prof. Dr. Sukree dan menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini untuk memperkaya wawasan civitas akademika USK. “Kuliah tamu internasional ini memberikan kesempatan bagi kita untuk belajar dari pengalaman dan perspektif global, yang sangat berharga dalam membangun kampus yang inklusif dan berwawasan internasional,” kata Prof. Hizir.
Kuliah tamu ini memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana pendidikan tinggi dapat memainkan peran penting dalam membentuk identitas budaya dan agama di era globalisasi. Peserta yang hadir merasa terinspirasi untuk terus mempromosikan nilai-nilai multikultural dan keislaman yang harmonis dalam dunia pendidikan.
Acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan harapan untuk lebih banyak kolaborasi akademik lintas negara di masa depan, guna memperkuat jaringan pendidikan Islam yang progresif dan global.