
Banda Aceh – Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (SPS USK) menyelenggarakan kegiatan Summer Course 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas akademik, meningkatkan kualitas penelitian, serta memperluas jejaring kerja sama internasional. Program ini menjadi sarana pembelajaran lintas budaya yang mempertemukan peserta, akademisi, dan peneliti dari berbagai institusi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam lingkungan akademik yang kolaboratif.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Summer Course merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman akademik yang berkualitas, tetapi juga kesempatan untuk membangun jejaring global yang dapat mendukung pengembangan penelitian dan kolaborasi di masa depan.
Program Summer Course ini merupakan bagian dari hibah Summer Course Universitas Syiah Kuala yang diperoleh oleh Prof. Dr. Ir. Rina Sriwati, M.Si. Selain sebagai penerima hibah, Prof. Rina juga merupakan Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, yang turut menginisiasi dan mengoordinasikan pelaksanaan berbagai kegiatan akademik dalam program tersebut. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Program Studi Doktor Ilmu Pertanian SPS USK sebagai salah satu program studi yang berkomitmen mendorong internasionalisasi pendidikan dan peningkatan kualitas penelitian pada jenjang doktoral.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan akademik yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi penelitian dan publikasi ilmiah. Kegiatan diawali dengan pembahasan mengenai etika akademik, gaya sitasi, pencegahan plagiarisme, penyusunan referensi, serta penguatan integritas akademik dalam penulisan karya ilmiah. Materi tersebut menjadi fondasi penting bagi mahasiswa dan peneliti dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan memenuhi standar akademik internasional.
Pada hari berikutnya, peserta memperoleh pembekalan mengenai strategi publikasi ilmiah, termasuk cara memilih jurnal yang sesuai, memahami proses review, serta menganalisis kesesuaian topik penelitian dengan ruang lingkup jurnal tujuan. Sesi ini dilanjutkan dengan presentasi proposal mini penelitian yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh masukan langsung dari para fasilitator dan sesama peserta.
Rangkaian kegiatan akademik juga mencakup presentasi proposal penelitian, proses peer review, simulasi seminar proposal doktoral, serta simulasi sidang komisi. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman praktis mengenai berbagai tahapan akademik yang umumnya ditemui pada pendidikan doktoral dan proses pengembangan penelitian yang berorientasi pada publikasi ilmiah bereputasi.
Selain kegiatan di dalam kelas, Summer Course SPS USK juga menghadirkan berbagai aktivitas lapangan yang memperkaya pengalaman belajar peserta. Kunjungan ke ARC Research Centre memberikan kesempatan untuk mengenal fasilitas dan aktivitas riset yang berkembang di lingkungan Universitas Syiah Kuala. Peserta juga melakukan kunjungan ke Kampung Nila dan lokasi budidaya nilam untuk mempelajari keterkaitan antara penelitian, inovasi pertanian, serta pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal.
Kegiatan lapangan tersebut dipadukan dengan mini seminar dan diskusi interaktif mengenai diseminasi hasil penelitian kepada masyarakat. Melalui pendekatan ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya penerapan hasil penelitian dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain memperkuat kompetensi akademik, Summer Course SPS USK juga menjadi media promosi potensi Aceh kepada peserta internasional. Berbagai kegiatan budaya dan kunjungan ke sejumlah lokasi strategis memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal sejarah, budaya, serta kekayaan sumber daya alam Aceh secara lebih dekat.
Melalui penyelenggaraan Summer Course 2026, Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala berharap dapat terus memperluas kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, serta memperkuat reputasi institusi di tingkat global. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menghasilkan lulusan dan peneliti yang memiliki kompetensi internasional, berdaya saing tinggi, serta mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat.
