
BANDA ACEH, 21 Oktober 2026 — Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan tata kelola kelembagaan melalui Pelatihan Administrasi bagi Tenaga Kependidikan Tahun 2026, Rabu (21/10). Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan dalam pengelolaan persuratan dinas, tata naskah dinas, dan kearsipan guna mendukung pelayanan akademik yang profesional, efektif, dan akuntabel.
Pelatihan dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Akademik SPs USK, Afnan, S.Kom., MM(T)., M.Sc., Ph.D., yang menekankan pentingnya peran tenaga kependidikan dalam mendukung mutu layanan dan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan pascasarjana.
Menurutnya, tata kelola administrasi yang baik merupakan bagian penting dari penguatan kelembagaan perguruan tinggi. Ketertiban persuratan, ketepatan pengelolaan dokumen, dan ketersediaan arsip yang mudah ditelusuri tidak hanya membantu kelancaran pekerjaan sehari-hari, tetapi juga mendukung konsistensi prosedur, akuntabilitas, serta kualitas pengambilan keputusan.
Karena itu, pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong penerapan praktik administrasi yang lebih baik di lingkungan SPs USK.
“Tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam memastikan layanan institusi berjalan dengan baik. Kompetensi harus terus ditingkatkan agar setiap pekerjaan dilaksanakan secara tertib, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan secara nyata dalam pekerjaan sehari-hari,” demikian pesan yang ditekankan dalam pembukaan kegiatan.
Pelatihan menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidang administrasi dan kearsipan, yakni Riza Afrandy, S.E., Arsiparis Ahli Muda pada Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), serta Husni Friady, S.T., M.M., dan Ariwansyah Sulaiman, S.T., keduanya Arsiparis Ahli Madya dari Pusat Arsip dan Museum USK.
Dalam sesi pertama, Riza Afrandy menyampaikan materi “Korespondensi dan Persuratan Dinas”. Materi ini membahas peran persuratan dinas sebagai instrumen komunikasi resmi organisasi, sekaligus bagian dari dokumentasi dan koordinasi antarunit kerja. Pengelolaan surat yang sesuai dengan ketentuan diperlukan untuk memastikan informasi tersampaikan secara jelas, proses administrasi berjalan teratur, dan dokumen kedinasan dapat ditelusuri ketika dibutuhkan.

Sesi berikutnya membahas “Penerapan Administrasi melalui Tata Naskah Dinas dan Korelasinya terhadap Pengelolaan Arsip”, yang disampaikan oleh Husni Friady dan Ariwansyah Sulaiman. Materi ini menyoroti keterkaitan antara penyusunan naskah dinas dan pengelolaan arsip sebagai satu kesatuan proses administrasi kelembagaan.

Dokumen yang dihasilkan dalam pelaksanaan tugas kedinasan perlu dikelola secara sistematis agar dapat mendukung kebutuhan informasi, penelusuran dokumen, dan pertanggungjawaban organisasi. Pemahaman mengenai tata naskah dinas yang disertai praktik kearsipan yang tepat diharapkan membantu tenaga kependidikan menerapkan prosedur kerja secara konsisten dan meningkatkan efisiensi pelayanan.
Keterlibatan narasumber dari LAN RI dan Pusat Arsip dan Museum USK juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, sekaligus mendorong penerapan standar administrasi dan kearsipan yang lebih baik.
Bagi SPs USK, penguatan kompetensi tenaga kependidikan merupakan salah satu langkah pendukung dalam meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi. Administrasi yang tertib dan layanan yang responsif berperan dalam menunjang kebutuhan mahasiswa, dosen, program studi, serta pemangku kepentingan lainnya. Upaya ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) USK, terutama melalui penguatan kualitas sumber daya manusia dan perbaikan proses tata kelola yang menunjang penyelenggaraan pendidikan tinggi. Kontribusi spesifik terhadap indikator IKU perlu ditindaklanjuti melalui penerapan hasil pelatihan dan pengukuran perbaikan kinerja administrasi.

Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya semangat pembelajaran sepanjang hayat dan penguatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Kegiatan ini juga relevan dengan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penguatan tata kelola administrasi yang tertib, transparan, dan akuntabel. Selain itu, keterlibatan narasumber dari dua institusi mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dalam peningkatan kapasitas SDM.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore hari dan ditutup oleh Wakil Direktur Bidang Akademik SPs USK setelah seluruh sesi pelatihan selesai. SPs USK berharap kegiatan ini menghasilkan perubahan nyata dalam praktik administrasi, mulai dari peningkatan ketertiban persuratan hingga pengelolaan arsip yang lebih sistematis.
Melalui pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, SPs USK berkomitmen membangun lingkungan kerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan prima. Dengan demikian, peningkatan kapasitas tenaga kependidikan tidak hanya bermanfaat bagi individu peserta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat mutu layanan dan tata kelola USK secara berkelanjutan.