
BANDA ACEH, 21 Oktober 2026 – Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Syiah Kuala (USK) memperkuat kolaborasi riset internasional melalui partisipasi aktif dalam 5th International Postgraduate Conference for Multidisciplinary Research (iPCMR 2026), yang berlangsung secara daring pada 21–22 Oktober 2026. Keterlibatan ini mencakup peran sebagai institusi ko-organisator, penyampaian gagasan ilmiah oleh pimpinan, kontribusi dosen dalam evaluasi penelitian, serta presentasi hasil riset mahasiswa pascasarjana.
Mengusung tema “Synergizing Multidisciplinary Research for Regional Stability and Resilience”, konferensi ini diselenggarakan oleh School of Distance Education, Universiti Sains Malaysia (USM), dengan SPs USK sebagai salah satu institusi ko-organisator. Forum tersebut mempertemukan mahasiswa pascasarjana, peneliti, dan akademisi untuk mempresentasikan hasil penelitian, bertukar pengetahuan, serta menjajaki peluang kolaborasi lintas disiplin dan institusi.
Partisipasi dalam iPCMR 2026 menjadi kesempatan bagi SPs USK untuk memperluas jejaring akademik dengan perguruan tinggi mitra, memperkenalkan kapasitas riset sivitas akademika, dan mendorong keterlibatan mahasiswa dalam forum ilmiah internasional.
Direktur SPs USK Sampaikan Keynote Speech tentang Potensi Produk Alam
Pada pembukaan konferensi, Rabu (21/10), Direktur SPs USK, Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, M.P., menyampaikan welcoming remarks. Pada hari yang sama, beliau juga memberikan keynote speech berjudul “Potential of Natural Products as Candidates for Male Contraceptives: From Biodiversity & Ethnomedicine to Molecular Targets and Translational Research.”

Dalam paparannya, Prof. Muslim Akmal mengangkat potensi produk alam sebagai sumber kandidat kontrasepsi pria, dengan menghubungkan kekayaan biodiversitas dan pengetahuan etnomedisin dengan pendekatan penelitian modern. Pembahasan mencakup pentingnya identifikasi target molekuler dan pengembangan kandidat melalui penelitian translasi, yaitu proses yang menghubungkan temuan dasar dengan tahapan pengembangan dan penerapan yang lebih lanjut.
Pengembangan kontrasepsi pria merupakan bidang penelitian kompleks yang membutuhkan pendekatan multidisiplin. Selain mengidentifikasi senyawa yang berpotensi, penelitian perlu mengevaluasi keamanan, efektivitas, serta reversibilitas fungsi reproduksi setelah penggunaan dihentikan.
Produk alam menawarkan keragaman senyawa yang dapat menjadi titik awal penemuan kandidat molekul baru. Namun, bahan yang berasal dari alam tidak serta-merta menjamin keamanan maupun efektivitas. Karena itu, pengembangannya memerlukan penelitian sistematis, mulai dari identifikasi dan karakterisasi senyawa, pengujian aktivitas biologis, penentuan mekanisme kerja, hingga evaluasi toksisitas dan kemungkinan pemulihan fungsi reproduksi.
Topik tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi berbagai bidang, seperti biologi reproduksi, fitokimia, farmakologi, toksikologi, biologi molekuler, dan bioinformatika. Bagi USK, pendekatan ini juga membuka ruang pengembangan riset berbasis potensi keanekaragaman hayati Indonesia, termasuk Aceh, dengan tetap mengedepankan bukti ilmiah, keamanan, dan prinsip keberlanjutan.
Dosen USK Berkontribusi dalam Evaluasi dan Penyelenggaraan Konferensi
Selain melalui peran pimpinan, keterlibatan USK dalam iPCMR 2026 juga diwujudkan melalui kontribusi dosen dalam evaluasi ilmiah dan kepanitiaan. Tiga dosen Fakultas Kedokteran USK bertindak sebagai panelis yang memberikan evaluasi serta masukan kepada para presenter pada bidang Biological and Health Sciences.
Ketiga dosen tersebut adalah dr. Sarah Firdausa, M.Md.Sc., Sp.PD.; Dr. rer. nat. dr. Muhsin, Sp.PD.; dan T. Maulana, S.K.M., M.Kes., Ph.D. Peran mereka mendukung diskusi akademik dan memberikan umpan balik untuk membantu presenter mempertajam argumentasi, pendekatan, serta pengembangan penelitian.

USK juga berkontribusi dalam organizing committee melalui Afnan, S.Kom., MM(T), M.Sc., Ph.D., Wakil Direktur Bidang Akademik SPs USK, dan Dr. Sofia, S.Si., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Keuangan Fakultas Kedokteran USK.
Keterlibatan dalam kepanitiaan tersebut melengkapi peran USK dalam forum ini, tidak hanya sebagai penyumbang gagasan dan peserta akademik, tetapi juga sebagai mitra dalam mendukung penyelenggaraan konferensi internasional. Berbagai peran ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan akademik antara USK, USM, dan komunitas peneliti yang lebih luas.
Tiga Belas Mahasiswa Pascasarjana Presentasikan Penelitian
Salah satu bentuk partisipasi utama SPs USK dalam iPCMR 2026 adalah keikutsertaan 13 mahasiswa pascasarjana yang mempresentasikan abstrak penelitian mereka. Para mahasiswa tersebut berasal dari lima program studi di lingkungan SPs USK, yaitu:
- Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (DPIPS): Sirajul Muna, Widia Munira, Arief Fadhillah, Hikmat Maswara, dan Sartika Maulida Putri.
- Doktor Ilmu Teknik (DIT): Nurhayati.
- Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (DMAS): Yuziani, Rizka Sofia, Zubir, dan Hendra Wahyuni.
- Magister Pengelolaan Lingkungan (MPL): Yenni Fahriya dan Muhammad Tri Fajar.
- Magister Ilmu Kebencanaan (MIK): Imam Maulana.

Keikutsertaan mahasiswa dari beragam bidang keilmuan tersebut mencerminkan keluasan kajian riset yang dikembangkan di SPs USK. Melalui forum internasional ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan gagasan dan hasil penelitian, menjelaskan pendekatan ilmiah yang digunakan, serta menerima tanggapan dari komunitas akademik.
Pengalaman mempresentasikan penelitian di hadapan forum internasional juga menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan komunikasi ilmiah, memperkuat argumentasi, dan memperluas wawasan terhadap perkembangan riset di bidang lain. Interaksi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan dan kolaborasi penelitian pada masa mendatang.
Memperluas Jejaring dan Memperkuat Budaya Riset
Keterlibatan SPs USK dalam iPCMR 2026 menunjukkan bahwa kolaborasi riset internasional dapat dibangun melalui beragam bentuk partisipasi, mulai dari berbagi pengetahuan, presentasi hasil penelitian, evaluasi ilmiah, hingga keterlibatan dalam penyelenggaraan forum akademik. Kolaborasi dengan USM menjadi salah satu ruang untuk mempererat hubungan antarinstitusi dan memperluas kesempatan kerja sama di bidang pendidikan pascasarjana dan penelitian.
Tantangan di bidang kesehatan, lingkungan, teknologi, sosial, dan ekonomi sering kali membutuhkan pendekatan lintas disiplin. Forum seperti iPCMR memberikan ruang bagi akademisi dan mahasiswa untuk bertukar perspektif, memperkaya metode penelitian, serta membangun pemahaman yang lebih komprehensif terhadap berbagai persoalan.
Bagi SPs USK, pengalaman ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong budaya riset, meningkatkan kualitas komunikasi ilmiah, memperluas jejaring internasional, dan memperkuat kontribusi pendidikan pascasarjana terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada partisipasi konferensi, tetapi dapat berkembang menjadi pertukaran akademik dan kerja sama penelitian yang berkelanjutan.
Partisipasi dalam iPCMR 2026 juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi akademik mahasiswa pascasarjana; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan riset; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara USK, USM, dan komunitas akademik internasional.
Melalui keterlibatan aktif dalam forum ini, SPs USK berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi akademik, meningkatkan visibilitas riset, dan mendorong lahirnya penelitian multidisiplin yang relevan serta berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.
Informasi konferensi: https://ipcmr2026.my