
Banda Aceh, 19 September 2026 — Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Forum Alumni Program Studi Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (DPIPS) bersama mahasiswa menggelar forum akademik yang membahas berbagai isu sosial dan pembangunan berkelanjutan di Aceh dalam rangka memperingati Milad ke-65 Universitas Syiah Kuala.
Forum tersebut mengangkat sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain konflik pertanahan, keamanan dan ketertiban masyarakat termasuk perdamaian, lingkungan dan kebencanaan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta pengelolaan sumber daya alam (SDA).


Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Akademik SPs USK, Afnan, S.T., M.Sc., Ph.D., yang mewakili Direktur SPs USK. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa alumni yang telah berada dalam berbagai peran strategis memiliki posisi penting dalam pengambilan keputusan. Keilmuan yang diperoleh melalui pendidikan pascasarjana juga diharapkan dapat direalisasikan sehingga memberikan dampak bagi masyarakat.
Salah satu isu yang dibahas dalam forum adalah konflik pertanahan. Dr. Sunawardi, yang memiliki pengalaman sebagai Pj. Bupati Abdya dan masih mengambil peran strategis pada Dinas Pertanahan Aceh, menyampaikan bahwa Aceh memiliki nilai-nilai budaya di tingkat gampong yang dapat menjadi bagian dari upaya penyelesaian persoalan pertanahan. Menurutnya, persoalan pertanahan juga kerap melibatkan proses penyelesaian hukum secara bertingkat.

Sementara itu, Dr. Junaidi, S.Sos., M.H., yang turut mendalami isu pengelolaan SDA, membahas pendekatan Restorative Justice (RJ) sebagai salah satu alternatif dalam penyelesaian persoalan hukum di masyarakat. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai keadilan dalam pengelolaan berbagai persoalan sosial.
Ketua Program Studi Doktor Pendidikan IPS, Dr. Muhammad Aulia, MTESOL., M.A., mendorong alumni dan mahasiswa DPIPS untuk memperluas wawasan dalam melihat kompleksitas persoalan sosial. Berbagai isu yang dibahas diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan topik penelitian sekaligus mendorong lahirnya solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam konteks pengembangan SDM, Aulia juga menyampaikan bahwa Aceh memiliki posisi yang menjadi perhatian nasional maupun internasional, khususnya dalam pengelolaan pemerintahan, SDM, dan SDA. Hal tersebut juga sejalan dengan kegiatan berbagi pengetahuan yang baru saja dilakukan bersama sejumlah universitas di Australia.

Forum akademik ini kemudian ditutup dengan penyusunan pemetaan pemangku kepentingan strategis serta rencana program bagi SPs USK. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat peran Sekolah Pascasarjana dalam merespons berbagai persoalan sosial di Aceh secara berkualitas, berintegritas, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
SDGs terkait:
- SDG 4 – Pendidikan Bermutu
- SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
- SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim
- SDG 16 – Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan