
Banda Aceh, 6 November 2024 – Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (SPs USK) menggelar kuliah tamu bertajuk “Memory Graph: Merawat Memori Bencana untuk Kesiapsiagaan” yang disampaikan oleh Assoc. Prof. Nishi Yoshimi dari Kyoto University. Acara yang digelar di Ruang Mini Theater SPs USK ini dimoderatori oleh Dr. Yunita Idris, Kaprodi Magister Ilmu Kebencanaan USK, dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta praktisi kebencanaan yang penuh antusias.
Dalam kuliah tamunya, Assoc. Prof. Nishi Yoshimi membahas konsep Memory Graph yang berfokus pada pentingnya merawat dan memelihara memori kolektif tentang bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Beliau menjelaskan bahwa mengingat dan memahami peristiwa bencana yang telah terjadi merupakan langkah esensial untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi risiko bencana di masa depan. “Memori bencana harus terus hidup dalam berbagai bentuk, seperti catatan, peta, dan narasi lokal, agar dapat menjadi pelajaran berharga bagi generasi mendatang,” ujar Prof. Nishi.
Prof. Nishi juga menyoroti bagaimana masyarakat yang memiliki memori kolektif yang kuat tentang bencana cenderung lebih siap dan cepat tanggap dalam menghadapi situasi darurat. Beliau memaparkan berbagai studi kasus dari Jepang dan beberapa wilayah lain yang telah berhasil menggunakan Memory Graph sebagai alat untuk memperkuat kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat.
Acara ini dipandu dengan sangat baik oleh Dr. Yunita Idris, yang memfasilitasi diskusi interaktif antara Prof. Nishi dan para peserta. Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa dan peneliti kebencanaan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai cara implementasi konsep Memory Graph di Aceh, yang juga merupakan daerah rawan bencana. Dr. Yunita menambahkan bahwa memori bencana Tsunami 2004 di Aceh harus terus diingat dan dijadikan pelajaran penting dalam pengelolaan risiko bencana di masa mendatang.
Kuliah tamu ini memberikan wawasan baru dan mendalam mengenai peran memori bencana dalam strategi mitigasi dan kesiapsiagaan. Para peserta mengaku mendapatkan inspirasi untuk mengintegrasikan aspek budaya dan sejarah lokal dalam pendekatan pengelolaan bencana. SPs USK berharap kerja sama akademik dengan Kyoto University dapat terus berlanjut, guna memperkuat kapasitas penelitian dan implementasi kebencanaan di wilayah Indonesia.
Acara ini ditutup dengan apresiasi dari SPs USK kepada Assoc. Prof. Nishi Yoshimi atas ilmu dan wawasan yang telah dibagikan, serta harapan untuk kolaborasi yang lebih erat di masa mendatang.