Webinar Nasional Soroti Kerusakan Hulu DAS sebagai Faktor Utama Banjir di Sumatera

Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Mitigasi Jangka Panjang Banjir Sumatera: Perspektif Integratif dari Ekoregion, Pengelolaan Hutan, Manajemen Risiko, dan Adaptasi Iklim” pada Senin, 6 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring.

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa kerusakan hutan di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko banjir di Sumatera. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa sejak tahun 2016, telah terjadi deforestasi besar-besaran di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan kehilangan tutupan hutan mencapai sekitar 1,4 juta hektare pada periode 2016–2024.

Kerusakan tersebut dipicu oleh ekspansi perkebunan sawit, aktivitas pertambangan, serta pembangunan infrastruktur energi di kawasan hulu. Akibatnya, hutan yang sebelumnya berfungsi sebagai “spons raksasa” penyerap air hujan kehilangan kemampuannya. Kondisi ini diperparah dengan semakin banyaknya DAS kritis yang memiliki tutupan hutan alami di bawah 30 persen, sehingga memicu limpasan permukaan tinggi, erosi, hingga longsor.

Selain faktor ekologis, webinar ini juga membahas aspek geomorfologi dan karakteristik bentang alam di wilayah DAS. Narasumber menjelaskan bahwa proses pembentukan lahan, baik yang bersifat endogenik seperti tektonik dan vulkanik, maupun eksogenik seperti fluvial, marin, aeolian, dan glasial, turut memengaruhi kerentanan suatu wilayah terhadap bencana banjir.

Sebagai upaya mitigasi, para pakar merekomendasikan sejumlah strategi, di antaranya moratorium izin baru di kawasan hulu DAS kritis, khususnya untuk sektor pertambangan dan perkebunan. Selain itu, diperlukan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) pada area rawan longsor, sempadan sungai, dan lereng curam, serta penguatan perhutanan sosial dan pengelolaan hutan berbasis masyarakat.

Strategi lainnya mencakup restorasi koridor ekologis di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan serta penguatan sistem pemantauan tutupan hutan berbasis citra satelit yang dapat diakses melalui dashboard publik.

Webinar ini menghadirkan Prof. Dr. Efi Yuliati Yovi, S.Hut., M.Life.Env.Sc, Dr. Boedi Tjahjono, dan Prof. Dr. Ir. Prabang Setyono, S.Si., M.Si., CTPM sebagai narasumber, serta dimoderatori oleh Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P. Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati lingkungan.

Melalui webinar ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif dan kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan kebijakan mitigasi banjir jangka panjang yang berbasis ekologi dan keberlanjutan di wilayah Sumatera.